Aku tertegun setelah membaca berjuta untaian kata yang ia rangkai untukmu
bahkan dari goresan-goresan tinta itu aku bisa merasakan dalamnya cinta yang ia berikan padamu
Kau...
tidakkah kau sadar?
tidakkah kau mengerti?
dia pernah jatuh karenamu
dia yang merindukanmu dalam diam
dia yang selalu memelukmu dengan doanya
Tidak kau dengarkah debarannya ketika bertemu denganmu?
tidak kau lihatkah semburat merah muda di wajahnya?
namamu-lah yang ia teriakkan dalam hatinya
matamu-lah hal yang paling ia rindukan
Masihkah kau tidak menyadarinya?
atau...
kau memilih untuk pura-pura tak mengetahuinya?
dan aku kembali terdiam...
ia, bahkan memilih untuk menutup rapat perasaannya agar kau tak mengetahuinya
ia masih memberikan senyumnya untukmu, padahal hatinya sedang porak poranda....karenamu
ia bahkan mampu menjaga hatinya
ia mampu mengendalikan rindunya
untukmu. ya. untukmu..
No comments:
Post a Comment